Hari ini, tidak ada yang berbeda sama sekali. Semuanya masih sama seperti dulu, tentu saja tentang perasaanku. Kali ini aku hanya bisa menjalani semuanya, membiarkan semuanya mengalir apa adanya. Tidak ada hal lain yang bisa kulakukan selain membuat kata-kata yang masih mengungkapkan, aku menyayangimu. Aku tau, kamu sudah tau tentang semuanya, sudah. Meskipun tidak ada kata-kata yang berhubungan dengan ketauanmu tentang perasaanku saat ini, itu tak mengapa, hanya meyakini bahwa kamu mengetahui perasaanku saja, aku sudah merasa tenang. Aku masih mengingat semua hal dan peristiwa yang pernah terjadi diantara aku dan kamu, masih sangat ingat, sampai hal yang paling terkecil. Bagaimana mungkin aku sudah lupa, jika perasaanku padamu tak pernah berubah, iya, perasaan sayang aku. Aku mengingat semua kenangan aku dan kamu bersamaan dengan besarnya persaan cinta dan sayangku untukmu. Bicara soal hari kemarin, Jum'at. Sore itu aku hanya sendiri, ditemani dengan sunyi, dan tentu saja dirimu, difikiranku. Aku merindukanmu, semakin merindu, dan selalu merindu. Benar apa kata penulis cinta zaman sekarang, jika perasaan merindu mulai tiba, semakin membabi buta, hal yang kita lakukan hanyalah menagisi semua. Bagaimana mungkin aku memberitahumu bahwa aku merindukanmu sementara kamu bukan milikku, lagi? Hanya bisa menahan sakitnya rindu menghujat nafasku dan memaksa air mataku mengalir di pipiku. Aku benci menjadi seperti ini, aku benci. Setidaknya aku bersyukur, bahwa aku, pernah memilikimu. Terimakasih untuk semuanya, dan terimakasih, untuk selalu menghadirkan bayanganmu dalam khayalku, didalam setiap waktuku. Aku akan terus berjalan, meski ku tak tau arah, sampaiku menemukan arah, bertemu denganmu, dan menemukan jalan, untuk bagaimana nasib perasaanku setelah semuanya terjadi.
Untukmu, mantan kekasihku; Rivaldy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar