"Nih bang!" Naura memberikan ongkos ojeknya walaupun recehan. "duh dolarnya banyak ya" gumam si tukang ojek sambil memasukan uang recehnya tersebut kedalam saku celananya. "Hey guys, gue belum telat kan.." serunya sambil memakai celemek dan memakai topi restoran. "Ah kau ini, sudah telat masih saja bilang tidak telat." Jawab Toni, seorang lelaki berusia 26 tahun, teman pelayan Naura di restoran tersebut. "Ya maaf lah Ton, udah yang penting kita kerja ajaya" Kata Naura sambil membersihkan meja pelanggan yang belum terelap. "Memang seharusnya begitu." Jawab Toni kembali sambil mengelap piring-piring. Seperti biasanya, Naura hanya tersenyum dan tertawa kecil saat mendengar jawabannya yang memang sering dia katakan.
Minggu, 30 Desember 2012
First Date. (Pergi Bekerja)
"duuhh, mana sih ini ojek?! gatau apa ini udah mau siang, bisa matilah aku." Oceh seorang gadis pelayan restoran di pinggir pantai yang terkenal di Indonesia itu. Ya, Naura Saras, dia seorang gadis 22 tahun yang dibesarkan di kota Banjarmasin, walaupun dia dilahirkan di kota Bandung. Bagaimana tidak, keluarga besarnya semua lahir di Bali, sementara dia sendiri berbeda, dia dilahirkan saat Ibu dan Ayahnya sedang berlibur di Bandung, terpaksa lah gadis yang satu ini satu-satunya anggota keluarga Saras yang berbeda sendiri tempat kelahirannya. "Nah itu dia tuh ojek baru nongol, bang ojek!" teriaknya memanggil tukang ojek yang baru saja datang ke pangkalan ojek saat itu. "Ya, mau ke mana mba?" tanya tukang ojek yang baru datang itu. "Biasa, Kuta. 10 ribu." jawab Naura sambil naik ojek. Tanpa basa-basi lagi tukang ojek pun menjalankan motornya dan mengantarkan Naura ke tempat kerjanya itu.
Selasa, 25 Desember 2012
First Date ( Ayah da Anak )
Pagi ini sangat cerah, tidak seperti hari kemarin yang disambut dengan hujan gerimis. Hari ini tidak ada keluhan dari Nyonya Tina Anderson, yang tidak lain dan tidak bukan adalah istri dari seorang Jendral Danny Anderson. Setiap pagi setiap hujan turun dia selalu mengeluh karena hujan sangat mengganggu segala aktivitas keluarganya. Dia selalu bersikap disiplin, dan profesional. "walaupun badai menerpa, pekerjaan tetaplah pekerjaan" itulah yang sering ia katakan pada suami dan anaknya. Saat keluarga Anderson selesai sarapan, seperti biasa Tn. Anderson dan Thomas berpamitan kepada Ny. Anderson untuk pergi bertugas.
"Thomas, apakah kau percaya tentang hal Cinta?" tanya Tn. Anderson kepada Thomas saat dalam mobil. Thomas bingung dan merasa sedikit kaget saat ayahnya menanyakan hal itu. "Mengapa Ayah menanyakan itu padaku?" jawabnya sambil gugup. "Tidak, Ayah hanya ingin tau saja, katakanlah nak" tanya kembali ayahnya dengan tersenyum melihat ke arah mata anaknya yang coklat itu. Thomas memang sangat tau bagaimana sifat ayahnya, "senyumnya itu hanyalah jebakan semata, aku tidak bisa dibohongi" ia berbisik dalam hati. "Tidak. Aku sama seperti Ayah, aku tidak percaya tentang hal cinta" jawabnya dengan senyum 3 jari yang meyakinkan ayahnya itu. "Bagus nak, jangan terganggu oleh cinta, kalau tidak kau akan hancur." jawab ayahnya sambil membersihkan bagian sisi kiri bahunya. Thomas tau bahwa dia sendiri tidak yakin tentang hal cinta, tetapi ia ingin mencari tau, sebenarnya apa itu cinta sebenarnya.
"Thomas, apakah kau percaya tentang hal Cinta?" tanya Tn. Anderson kepada Thomas saat dalam mobil. Thomas bingung dan merasa sedikit kaget saat ayahnya menanyakan hal itu. "Mengapa Ayah menanyakan itu padaku?" jawabnya sambil gugup. "Tidak, Ayah hanya ingin tau saja, katakanlah nak" tanya kembali ayahnya dengan tersenyum melihat ke arah mata anaknya yang coklat itu. Thomas memang sangat tau bagaimana sifat ayahnya, "senyumnya itu hanyalah jebakan semata, aku tidak bisa dibohongi" ia berbisik dalam hati. "Tidak. Aku sama seperti Ayah, aku tidak percaya tentang hal cinta" jawabnya dengan senyum 3 jari yang meyakinkan ayahnya itu. "Bagus nak, jangan terganggu oleh cinta, kalau tidak kau akan hancur." jawab ayahnya sambil membersihkan bagian sisi kiri bahunya. Thomas tau bahwa dia sendiri tidak yakin tentang hal cinta, tetapi ia ingin mencari tau, sebenarnya apa itu cinta sebenarnya.
Minggu, 23 Desember 2012
First Date. (kronologi)
Dahulu kala, hidup seorang pria yang sangat disegani oleh semua orang, karena pangkat jendralnya, dan sangat keras hati. selama hidupnya ia tidak pernah percaya akan cinta, hingga ia berumur 35 tahun ia dipaksa menikah oleh ibunya dengan seorang putri bangsawan, walaupun tanpa perasaan cinta, mereka akhirnya menikah dan memiliki seorang anak laki-laki yang mereka beri nama, Thomas Anderson. Ia tumbuh dengan gagah seperti ayahnya, dan menarik semua pandangan gadis-gadis ketika ia berjalan karena ketampanan dan kegagahannya. Namun, apakah ia sama sekali tidak mempercayai cinta seperti ayahnya? dan apakah ia masih tidak percaya akan rasa cinta ketika ia bertemu dengan seorang pelayan restoran di pinggir pantai?
Senin, 03 Desember 2012
Minggu, 02 Desember 2012
Fajar's Birthday Picture.
Fajar's birthday. visible faces and the atmosphere is happy when her birthday arrives. all rejoice and be merry. He was happy and very agile like when singing her favorite boyband 'KAMU' from Coboy Junior, in his birthday.
Sabtu, 01 Desember 2012
Jalang yang Malang
Dan tanda terang,
Penuh lubang,
Penuh rasa sakit, kehilangan, penjahat kekerasan,
Dengan sedikit nasib,
Dan yang terburuk dari kebohongan,
Dengan cinta yang begitu mendalam,
Ini hangat dengan api tak berujung di dalam,
Ke kanan kembali ke baris
Setiap hari,
Setiap sembilan sampai lima,
Setiap tubuh bekerja sulit,
Dan kemudian kita akhirnya mati,
Dan ada penyesalan,
Atau suara sekecil,
Kami selamanya keren dengan cara itu semua rusak atas dan ke bawah
Pada hujan Minggu,
Seperti hantu kesepian,
Dan titik terjauh dari sini adalah tepat di luar pintu,
Bukalah mata Anda,
Ambil napas sesuka,
Dan matahari masih hidup meskipun sulit untuk mengatakan,
Mari kita mulai kerusuhan!
Tidak ada yang benar,
Tidak ada yang salah,
Hidup hanya permainan,
Namun ini,
Membawa kita bersama,
Bawa kami pergi,
Ini hanya satu hari libur epik
Penuh lubang,
Penuh rasa sakit, kehilangan, penjahat kekerasan,
Dengan sedikit nasib,
Dan yang terburuk dari kebohongan,
Dengan cinta yang begitu mendalam,
Ini hangat dengan api tak berujung di dalam,
Ke kanan kembali ke baris
Setiap hari,
Setiap sembilan sampai lima,
Setiap tubuh bekerja sulit,
Dan kemudian kita akhirnya mati,
Dan ada penyesalan,
Atau suara sekecil,
Kami selamanya keren dengan cara itu semua rusak atas dan ke bawah
Pada hujan Minggu,
Seperti hantu kesepian,
Dan titik terjauh dari sini adalah tepat di luar pintu,
Bukalah mata Anda,
Ambil napas sesuka,
Dan matahari masih hidup meskipun sulit untuk mengatakan,
Mari kita mulai kerusuhan!
Tidak ada yang benar,
Tidak ada yang salah,
Hidup hanya permainan,
Namun ini,
Membawa kita bersama,
Bawa kami pergi,
Ini hanya satu hari libur epik
Bener bener nano-nano rasanya buat hari ini. Ada manisnya, ada asemnya, ada asinnya, rasanya rame skaleeee. Asinnya dulu aja deh, pagi-pagi jam 4 udah pada sibuk berisik aja dirumah pada nyari tikus sampe rumah dibedah dan posisi ruang tengah diubah-ubah. Udah tau gue tidurnya di sofa ruang tengah, sampe jam 8 gue ridur lagi, dan ternyata masih aja sibuk renovasi rumah, dan ngeganggu tidur, terus dibangunin, udah gitu disuruh beres-beres lagi sama mamah. oh my god.... baru aja bangun tidur, setdah nyebelin banget. Terus asemnya, hari ini tuh gue ada janji bareng temen-temen gue buat cari buku ke Palasari, jam 9 katanya gue harus udah ada di sekolah, ya dasar gue santai-santai aja, dan gue bilang "kalo udah sampe sekolah sms aja" dan mereka ngesms gue buat buru-buru kesekolah, mereka udah stay disana. dan mereka marah-marah sama gue katanya "cepetan, kalo kamu ga akan dateng sekarang kita pergi" padahal gue itu lagi ada diangkot di deket stopan, mau nyampe banget ke sekolah, dan lagi macet. gue bales " iya ini lagi di stopan abc, macet" dan setelah itu ga ada balesan lagi. gue kira mereka bakalan nunggu. 5 menit kemudian gue udah mau turun dari angkot, tapi gue liat-liat ke warung fotocopyan ko ga ada siapa-siapa ya, dan gue majuin sedikit pandangan gue ke warung pop ice dan sekitarnya, masih ga ada juga. gue turun dari angkot, gue celingukan nyari temen-temen gue, dan nanyain ke salah satu temen kelas gue, namanya Diza, dia anak pramuka, jadi ya... dia sabtu ke sekolah, "diza, di dua lima ada desi ga?" si Diza ngejawab "gatau atuh" acuh tak acuh gitu deh jawabya. gue coba telepon temen-temen gue, dan ga ada yang ngankat satupun, sama sms juga. yaudah daripada gue nunggu gajelas kaya anak ilang gue pulang aja dan gue sms temen gue "taulah ditinggalin, aku udah bilang sebentar lagi nyampe malah ditinggalin" dan ga ada balesan. Whatever, gue udah ga peduli, lagian tadinya juga gue mau ngebatalin ikut. Tapikan gaenak lahya.
Nah ini nih bagian terindah dari semua rasa asem+asin yang udah gue terima hari ini, A Epul. Dia ini temen bisnis burung kenari papah gue, ya join gitu deh. Dia ini orangnya emang baik, rumahnya juga ga jauh sih.. cuman beda 2 RT. Waktu pagi-pagi gue baru selesai beres-beres bareng mamah, dan gue udah mau berangkat buat ke Palasari, A Epul datang kerumah, dan nanyain papah, ya seperti biasa mamah gue yang ngobrolnya, soalnya si papah ini emang gatau di mana, lagi keluar mungkin, tapi gatau kemana. "Eh teh, ai pa Iban na mana?" Tanya A Epul ke mamah gue, emang sih A Epul ini suka ngobrolnya pake bahasa sunda. Tadi dia nanyain "Eh Bu, Pa Ibannya mana?" dia nanya papah ke mamah gue. Dan mamah gue ngejawab "duka atuh, tadimah aya Pul, cik de cari ka Pa Ajat!" yang artinya "Gatau, Tadi ada Pul, De cari ke Pa Ajat!" mamah nyuruh gue buat nyari papah ke Pa Ajat, ketua SEAB di daerah gue. Gue berdiri dari sofa yang gue dudukin dan mau nyari papah, "Wios weh teh, da ngan aya picarioseun sakedap, bari jeung bade naroskeun ukuran acuk devi, kanggo acuk BLINK tea" yang artinya...."Ga apa-apa Bu, cuman ada obrolan sebentar, sama sekalian mau nanya ukuran baju devi, buat baju BLINK" Oh my god betapa senengnya gue..... gue bilang "Ukuran baju? mah ukurang baju mah!!" gue teriak ke mamah sambil kegirangan, dan mamah jawab "SS weh Pul atau henteu S" artinya "SS aja Pul atau engga S" dan A Epul jawab "Enya atuh engke sore Epul bade meser" -> "Iya kalo gitu nanti sore Epul mau beli" "entong atuh pul wios" mamah gue nolak. Tapi A Epul kekeuh, soalnya waktu itu tuh A Epul pernah kerumah gue pake baju BLINK 182 dan gue bilang ke mamah, mungkin mamah bilang ke A Epul kali gue suka sama bajunya dan akhirnya mau ngebeliin buat gue, duh dasar rezeki, mungkin Allah ngedenger do'a gue selama ini Thank You Allah<3. AAAAAAAAAAAAAA I CAN'T WAIT FOR THE CLOTHES BLINK 182. \=D/
Nah ini nih bagian terindah dari semua rasa asem+asin yang udah gue terima hari ini, A Epul. Dia ini temen bisnis burung kenari papah gue, ya join gitu deh. Dia ini orangnya emang baik, rumahnya juga ga jauh sih.. cuman beda 2 RT. Waktu pagi-pagi gue baru selesai beres-beres bareng mamah, dan gue udah mau berangkat buat ke Palasari, A Epul datang kerumah, dan nanyain papah, ya seperti biasa mamah gue yang ngobrolnya, soalnya si papah ini emang gatau di mana, lagi keluar mungkin, tapi gatau kemana. "Eh teh, ai pa Iban na mana?" Tanya A Epul ke mamah gue, emang sih A Epul ini suka ngobrolnya pake bahasa sunda. Tadi dia nanyain "Eh Bu, Pa Ibannya mana?" dia nanya papah ke mamah gue. Dan mamah gue ngejawab "duka atuh, tadimah aya Pul, cik de cari ka Pa Ajat!" yang artinya "Gatau, Tadi ada Pul, De cari ke Pa Ajat!" mamah nyuruh gue buat nyari papah ke Pa Ajat, ketua SEAB di daerah gue. Gue berdiri dari sofa yang gue dudukin dan mau nyari papah, "Wios weh teh, da ngan aya picarioseun sakedap, bari jeung bade naroskeun ukuran acuk devi, kanggo acuk BLINK tea" yang artinya...."Ga apa-apa Bu, cuman ada obrolan sebentar, sama sekalian mau nanya ukuran baju devi, buat baju BLINK" Oh my god betapa senengnya gue..... gue bilang "Ukuran baju? mah ukurang baju mah!!" gue teriak ke mamah sambil kegirangan, dan mamah jawab "SS weh Pul atau henteu S" artinya "SS aja Pul atau engga S" dan A Epul jawab "Enya atuh engke sore Epul bade meser" -> "Iya kalo gitu nanti sore Epul mau beli" "entong atuh pul wios" mamah gue nolak. Tapi A Epul kekeuh, soalnya waktu itu tuh A Epul pernah kerumah gue pake baju BLINK 182 dan gue bilang ke mamah, mungkin mamah bilang ke A Epul kali gue suka sama bajunya dan akhirnya mau ngebeliin buat gue, duh dasar rezeki, mungkin Allah ngedenger do'a gue selama ini Thank You Allah<3. AAAAAAAAAAAAAA I CAN'T WAIT FOR THE CLOTHES BLINK 182. \=D/
Langganan:
Postingan (Atom)




