Rabu, 26 Juni 2013

I am on my way

Hai, lama ya aku sama kamu ga ketemu. Aku sama kamu terakhir ketemu pas hari pelepasan. Setelah itu, aku ga tau kapan aku sama kamu bisa ketemu lagi. Mungkin bisa, kalo aku masuk SMAN 6 Bandung. Aku berharap banget masuk sman 6. Rasanya ga tulus kalo gamasuk sana. Aku pengen banget sekolah disana, aku pengen banget bisa liat kamu setiap hari, walaupun aku sama kamu ga kaya dulu lagi. Aku seneng deh kamu punya pacar baru, dia cantik, dia orang punya, dia punya segalanya. Aku seneng. Aku ikhlas deh kalo kamu sama yang jauh lebih baik dari aku. Sekarang aja aku ga ngerasa marah, kesel, ataupun gimana. Emang pertamanya sakit, tapi, aku juga sadar diri. Aku lebih baik ngeliat kamu sama orang yang lebih baik dari aku, meskipun itu sedikit sulit buat terbiasa. Daripada, kamu harus terus maksain buat sama aku, yang kehidupannya sulit, itu bikin aku bahagia, tapi engga buat kamu. Aku ga ngerti kenapa aku kaya gini, orang-orang bilang katanya nanti kamu bakalan dapet karma. Tapi, aku bilang sma mereka kalo aku sama sekali ga mau kamu dapet karma, dan aku bilang alasannya, kaena aku sayang banget sama kamu. Antara bodoh dan cinta. Sulit buat dijelasin. Kadang aku ngerasa sakit banget kalo inget kamu lagi sama yang lain, kadang aku biasa aja dan merasa tenang. Kadang, aku seneng udah putus sama kamu, karena aku mikir, kalo makin kelamaan, sakitnya itu makin besar. Aku ga mau terlalu ngeliatin kalo aku masih sayang sama kamu sekarang. Aku ga mau ngeganggu hubungan kamu, karena aku tau gimana rasanya ada diposisi dia, pacar kamu yang sekarang. Aku ga akan ngungkit, terlalu banyak ngetweet atau apapun tentang kamu. Aku mau diem aja. Mungkin keadaan bakal lebih baik dari setiap waktu ke waktu. Aku ga peduli sampe kapan aku harus kaya gini. Aku ga marah sama diri aku sendiri karena aku masih juga sayang sama kamu, aku gapeduli. Aku seneng bisa sayang sama kamu. Kamu yang bahagia ya, aku juga bahagia ko.

Sekarang, aku sudah mulai bisa merasakan jatuh cinta lagi, perasaannya sama kaya waktu dulu aku pertama suka sama kamu. Aku suka duluan sama dia, ya mungkin ini bakal jadi kesempatan emas buat aku ngelupain kamu. Dia ini temen tk aku. Namanya, Fega Al Muharaman Chaidir. Aku juga ga tau kenapa tiba-tiba inget sama dia, terus tiba-tiba kaya gini. Aneh emang. Mungkin aku ga akan terlalu banyak mengharap kali, aku takut buat sakit hati lagi. Aku takut ngerasain sakit hati kaya waktu aku sama kamu putus. Kamu doain aja supaya aku bisa bahagia, sama kaya kamu. Aku juga ngedoain kamu disetiap aku mengangkat kedua telapak tangan aku. Kamu bahagia ya, aku sayang kamu. :)

Senin, 24 Juni 2013

Que Sera Sera

   

Disaat seorang Ibu memiliki anak yang memiliki keterbasan dan kekurangan, kasih sayang seorang Ibu sama sekali tidak berubah. Karena bagaimanapun juga, anak tetaplah seorang anak, tidak memandang dari sisi manapun, seorang anak tetaplah seorang anak. Dan Ibu, tetaplah seorang Ibu. Dia tidak pernah melihat anaknya memiliki kekurangan, karena dimata seorang Ibu, anaknya adalah anugrah paling sempurna. 
Ibu, tetaplah seorang Ibu.

Terimakasih mamah. Aku, anakmu, mencintaimu. :')

Que Sera sera

When I was just a little girl 
I asked my mother what will I be
Will I be pretty  
Will I be rich  
Here's what she said to me
 

Que sera sera 
Whatever will be will be 
The future's not ours to see 
Que sera sera
 

When I was just a child in schoolI asked my teacher what should I try 
Should I paint pictures 
Should I sing songs 
This was her wise reply
 

Que sera sera 
Whatever will be will be 
The future's not ours to see
Que sera sera
 

When I grew up and fell in loveI asked my sweetheart what lies ahead 
Will there be rainbows day after day 
Here's what my sweetheart said
 

Que sera sera 
Whatever will be will be 
The future's not ours to see 
Que sera sera
 

Que sera sera 
Whatever will be will be 
The future's not ours to see 
 Que sera sera
 

What will be, will be 
Que sera sera...

Senin, 10 Juni 2013

Biar bendamu yang telah menjadi bendaku yang akan menjawab.

Sejak kisah cinta aku dan kamu berakhir, entah kenapa, setiap aku melihatnya selalu terbesit bayanganmu dan terbesetit kenangan aku dan kamu. Lalu aku memutuskan untuk melepaskannya, dan ternyata benar setelah aku melepaskannya rasa sakit itu tidak menghujat nafasku terlalu dalam. Mungkin, dia yang sudah terlalu banyak merekam hal dan peristiwa tentang aku dan kamu selama ini, dia. Entah sampai kapan aku akan menyimpannya dan tidak memakainya lagi di pergelangan tanganku, mungkin suatu saat nanti, saat perasaanku padamu memudar, padam, juga rasa sakitku.

Jika aku tak memakainya, aku masih mencintaimu.
Jika aku memakainya kembali, aku sudah melupakanmu.


Sampai jumpa, tidak sabar untuk memakai dia kembali.

Sabtu, 08 Juni 2013

Sampai hal sekecil ini, aku masih mengingatnya.


Masih mengenang kata-katamu :')


Lalu, mana buktinya? Kamu hanya bisa membuktikannya selama 3bulan 28hari dan kemudian semuanya hanya bisa menjadi kenangan.

Iya, selamat malam juga ya kamu cantik, sosososo L)VE you cantiks:')♥

Apa kamu masih mengingat ini?


Waktu itu, iya sekitar jam 11 malam, tanggal 25 Januari 2013. Kamu hampir urat-urat diwajahku copot semua gara-gara terlalu seneng, iya pastinya senyum terus. Itu malam yang paling asik deh, itu malem yang paling bikin aku terbang, dan pada malam itu juga, kita saling memiliki. :')

Terus melangkah, meski ku tak tau arah.

Hari ini, tidak ada yang berbeda sama sekali. Semuanya masih sama seperti dulu, tentu saja tentang perasaanku. Kali ini aku hanya bisa menjalani semuanya, membiarkan semuanya mengalir apa adanya. Tidak ada hal lain yang bisa kulakukan selain membuat kata-kata yang masih mengungkapkan, aku menyayangimu. Aku tau, kamu sudah tau tentang semuanya, sudah. Meskipun tidak ada kata-kata yang berhubungan dengan ketauanmu tentang perasaanku saat ini, itu tak mengapa, hanya meyakini bahwa kamu mengetahui perasaanku saja, aku sudah merasa tenang. Aku masih mengingat semua hal dan peristiwa yang pernah terjadi diantara aku dan kamu, masih sangat ingat, sampai hal yang paling terkecil. Bagaimana mungkin aku sudah lupa, jika perasaanku padamu tak pernah berubah, iya, perasaan sayang aku. Aku mengingat semua kenangan aku dan kamu bersamaan dengan besarnya persaan cinta dan sayangku untukmu. Bicara soal hari kemarin, Jum'at. Sore itu aku hanya sendiri, ditemani dengan sunyi, dan tentu saja dirimu, difikiranku. Aku merindukanmu, semakin merindu, dan selalu merindu. Benar apa kata penulis cinta zaman sekarang, jika perasaan merindu mulai tiba, semakin membabi buta, hal yang kita lakukan hanyalah menagisi semua. Bagaimana mungkin aku memberitahumu bahwa aku merindukanmu sementara kamu bukan milikku, lagi? Hanya bisa menahan sakitnya rindu menghujat nafasku dan memaksa air mataku mengalir di pipiku. Aku benci menjadi seperti ini, aku benci. Setidaknya aku bersyukur, bahwa aku, pernah memilikimu. Terimakasih untuk semuanya, dan terimakasih, untuk selalu menghadirkan bayanganmu dalam khayalku, didalam setiap waktuku. Aku akan terus berjalan, meski ku tak tau arah, sampaiku menemukan arah, bertemu denganmu, dan menemukan jalan, untuk bagaimana nasib perasaanku setelah semuanya terjadi.

Untukmu, mantan kekasihku; Rivaldy.